Meskipun tinta UV berbasis air tradisional menawarkan keuntungan lingkungan dari VOC rendah (senyawa organik volatil), daya rekatnya pada permukaan kertas berlapis yang halus seringkali tidak mencukupi, menyebabkan pengelupasan cetakan dan membatasi penerapannya dalam skenario pencetakan berkecepatan tinggi dengan persyaratan kualitas tinggi.
Studi ini, melalui sintesis HEMA (hidroksietil metakrilat) yang mengandung poliuretan yang disesuaikan dan kontrol yang tepat dari rasio pengencer reaktif, merangkum serangkaian indikator teknis utama:
Terobosan ini tidak bergantung pada satu bahan mentah, melainkan berasal dari optimasi formulasi sistematis:
Nilai penelitian ini terletak tidak hanya pada data laboratorium, tetapi juga pada dua sinyal utama yang dikirimkannya ke pasar:
Meskipun tinta UV tradisional mengering dengan cepat, mereka masih mengandung sejumlah monomer aktif tertentu dan sebagian besar berbasis pelarut atau formulasi viskositas tinggi, sehingga tidak cocok untuk semua aplikasi sensitif. Tinta berbasis air tradisional, meskipun ramah lingkungan, menderita adhesi yang buruk pada permukaan kertas berlapis kilap tinggi, membatasi penerapannya dalam pencetakan berkualitas tinggi. Tinta poliuretan UV berbasis air yang baru disintesis menggabungkan keramahan lingkungan (bebas pelarut) dari tinta berbasis air dengan efisiensi tinggi (pengeringan ultra-cepat) dari pengeringan UV, sekaligus memecahkan hambatan utama adhesi. Terobosan teknologi ini akan secara langsung menguntungkan bidang-bidang dengan persyaratan keamanan dan kualitas cetak yang sangat tinggi, seperti kemasan makanan dan pencetakan label kelas atas, mempercepat transformasi bidang-bidang ini dari tinta tradisional ke teknologi pencetakan hijau yang lebih ramah lingkungan.
Kontak Person: Mr. Eric Hu
Tel: 0086-13510152819